← Kasus penggunaan
Wisuda

Angkatan berpisah, foto-foto tetap menyatu.

Tahun-tahun studi berakhir dalam satu upacara dan pesta. Fotelya menyatukan foto seluruh angkatan sebelum masing-masing melanjutkan hidup baru.

Masalah terakhir kali

Upacara wisuda dipenuhi orang-orang yang mungkin tidak akan kita temui lagi. Foto kelompok, topi dilempar, pelukan: semuanya diabadikan oleh puluhan ponsel yang, keesokan harinya, berpencar ke kota berbeda. Meminta foto setelahnya? Tidak ada yang pernah melakukannya. Semuanya terjadi di malam yang sama.

Bagaimana Fotelya menjawabnya

I

QR dibagikan ke seluruh angkatan

Ketua angkatan atau siswa membuat album dan menyebarkan QR: di aula, media sosial angkatan, meja pesta.

II

Semua ikut berbagi

Upacara, toga, keluarga bangga, pesta: masing-masing mengirim foto dari peramban mereka.

III

Album akhir studi

Masing-masing pulang dengan semua foto milik semua orang: bukan hanya miliknya sendiri.

Apa yang Anda dapatkan

Pertanyaan umum

Siapa yang membuat album untuk angkatan?
Siapa saja: perwakilan angkatan, asosiasi mahasiswa, atau sekolah itu sendiri. Album dibuat dalam dua menit dan QR dibagikan di mana saja: poster, media sosial angkatan, meja pesta.
Apakah semua orang bisa mengunduh foto?
Penyelenggara mengunduh seluruh foto dalam satu klik dan membagikannya ke angkatan. Masing-masing pulang dengan semua kenangan, dalam resolusi penuh.
Perlu aplikasi?
Tidak. Cukup pindai QR dan berbagi dilakukan langsung dari peramban: mahasiswa maupun keluarga.
Apakah album ini bersifat publik?
Tidak. Hanya dapat diakses melalui QR atau tautan yang dibagikan kepada promo, dengan kode opsional. Disimpan di Uni Eropa, sesuai RGPD.
Buat album promo

Lihat juga